Abi lagi-lagi pergi meninggalkan kami (aku & kaka') menuju Jakarta (kota yang selama ini menjadi satu-satunya tempat abi mencari uang). Meskipun sudah berbagai upaya abi lakukan (termasuk kami_aku & kaka) "teringat ketika hampir seharian kami menunggu abi test & interview di salah satu pabrik yang berlokasi di Jatiluhur (dan pada kenyataannya nego gaji lah yang menjadi kendala). Harus diakui mencari pekerjaan tidak semudah yang dipikirkan, banyak pertimbangan apalagi jika status sudah bukan lagi single.
Menyesal karena ritual perpisahan aku dan suamiku tidak meninggalkan kesan romantis. Aku sibuk (sengaja menyibukan diri) dengan smartphone di tangan, dan abi berlari mengejar bus Bandung-Bekasi.
Ya, tanpa ucapan pamit atau cium tangan atau pandangan mata mendalam (menyimpan kata "RINDU"). Tanpa semua itu, dan terasa
Jaga diri baik-baik abi, suamiku tersayang dan terkasih. Maafkan keegoisan umi yang enggan meredam rasa amarah dan menunjukkannya di depan abi, sungguh.
Pernikahan adalah sebuah proses pembelajaran dan tahapan yang harus dilewati sebagai salah satu upaya pendewasaan diri (ya, mungkin lanjutan proses pancarian jati diri_karena belajar tak pernah ada akhirnya, selalu berlanjut). Pernikahan tak selamanya senang dan tersenyum. Kadang terasa sedih dan menangis.
Tapi, pernikahan selalu _INDAH_ pada akhirnya (jika kita bisa selalu memaafkan)
Salam rindu untuk suamiku yang penuh maaf ^^