‘‘Tuhan mungkin yang telah
menjodohkan kami berdua“ hatiku berucap, sembari terus meyakinkan diri bahwa
semuanya akan kembali seperti semula. Masih teringat masa – masa indah di
awal pernikahan kami berdua. Rasanya
baru kemarin aku mengenakan kebaya berwarna putih dengan kerudung berhias
untaian bungan melati yang masih segar baunya.
Padahal kejadian itu sudah hampir 4 tahun yang lalu, dan kini kami
berdua terduduk merenungi nasib satu sama lain, dengan terus menerus memenuhi
semua volume otak dengan emosi yang secara perlahan – lahan menguras rasa cinta
kasih kami. Ya, kami berdua sedang
bertengkar, berperang, saling menyerang, dan rasanya ingin saling melumpuhkan kekuatan
musuh (yang tak lain adalah adalah belahan jiwa,DULUnya).
Sulit bagi kami untuk melemahkan hati demi
mengakhiri pertempuran ini. Sehingga
pada ujungnya tak pernah ada kata ‘‘happy
ending“. Tamparan, tendangan,
pukulan, tinjuan semua itu turut berpartisipasi ketika kami sedang
bertengkar. Hanya lebam, goresan,
cakaran dan luka lainnya yang tersisa dari semua kejadian itu. Tak ada satupun pihak di antara kami berdua
yang dinyatakan sebagai pemenang. Tak
ada pula yang kalah. Maka, hanya
berakhir sia – sia....
Andai aku atau dia mampu mengucapkan kata
“maaf“ dengan hati tulus dan ikhlas.
Tapi nyatanya lebih sulit daripada menunjukan kebencian yang
sesungguhnya hanya muncul seketika dan menjadi bahan bakar yang ampuh untuk
memenuhi tangki mesin amarah kami.
Andai aku atau dia bisa saling meredam amarah
dengan rasa cinta kasih kami yang sudah berikrar untuk saling memahami. Ya Tuhan... (aku menangis),
Andai kami lebih sederhana untuk mengartikan
keberadaan kami satu sama lain. Tuhan
yang telah menjodohkan aku dan dia.
Tuhan yang telah mempertemukan aku dan dia di saat yang tepat dan
membiarkan kami untuk belajar bersama untuk menghadapi saat – saat yang tidak tepat. Tuhan telah menitipkan “Cinta“ agar aku dan
dia tidak berakhir dengan sia – sia.
Kejadian aslinya mungkin gak seseram tulisan ini,,, hehehe... hanya saja ingin berbagi bahwa pernikahan harus selalu diperjuangkan.. dengan banyak cara.. salah satunya dengan terus belajar dari kesalahan - kesalahan di masa lalu...
masa lalu bukan untuk dihapus,, bukan untuk dilupakan begitu saja,, melainkan untuk menjadikan diri kita lebih baik di masa depan,,,
kekuatan cinta itu dibuktikan ketika kita dalam kondisi tak menguntungkan,, sejauh mana kita belajar dari masa lalu,,
pegang erat tangan si Cinta,, susun taktik bersama,, dan baca bismillah... ^^ AYO belajar Bersama - sama