Sayangku,
Rasanya
tak pantas memohon keburukan bagi orang lain, apalagi untukmu sayang..
Ya,
kau adalah definisi dari kata “sayang”untukku..
Meskipun
mungkin apa yang aku lakukan tak bersinggungan sama sekali dengan deskripsi
sayang milikmu..
Dan
“maaf”untuk itu..
Kau
adalah satu – satunya orang yang pertama kali aku sebut dalam setiap doaku, tak
apa kan sayang?
Berharap
setiap doa yang aku panjatkan atas namamu segera Allah kabulkan, meskipun tak
semuanya.. dan biarkan itu tetap Allah dengarkan sebagai sebuah permohonan yang
kelak Allah kabulkan disaat yang tepat,,
Itu
semua untukmu sayang, bukan yang lain, dan juga bukan untuk diriku..
Ketika
apa yang kita pikirkan tak sama, ketika apa yang kita inginkan tak sama, ketika
aku dan kamu tak sama..
Disaat
itu lah semua kebahagian milik kita ikut menghilang, berbaur dengan amarah
masing – masing, menyatu dengan keegoisan kita..
Tahukan
sayang,, disaat itu juga semua hatiku yang penuh cinta dan sayang untukmu, tenggelam
dalam lautan kebencian, dan sesak oleh rasa benci yang sebelumnya tak pernah
ada untukmu.. dan seharusnya tak pernah tercipta untuk orang yang paling aku
sayang..
Tak
bisakah kita saling menyerah?
Jika
memang kita tak sanggup, biarkan aku seorang diri yang menyerah.,
Menyerah
dengan waktu, menyerah dengan keadaan, menyerah dengan semua yang ada..
Aku
tak ingin bibir ini berucap yang buruk tentangmu,,
Aku
tak ingin tangan ini.. kaki ini… tubuh ini melakukan hal buruk padamu sayang,,
tak sedikitpun aku ingin melukai dirimu wahai cintaku..
Tak
selamanya impian hanya akan menjadi impian, begitupun dengan kita.. tak
selamanya seperti ini..
Kita
harus segera bangun dari tidur, mengganti impian dengan kenyataan,, bergerak
atau terdiam..
Dan
kali ini, aku akan bergerak, perlahan..
Meninggalkanmu
sayang,, melepaskanmu sayang..
Sebelum
rasa sayang ini tergantikan dengan rasa benci..
Karena
aku ingin membawa rasa sayang ini dalam
sebuah keabadian.. ^_^
Abi,
maaf karena sudah banyak menggoreskan luka di hatimu
Ummi
relakan abi untuk pergi dan menghapus bayangan ummi untuk selamanya..
Bahagiakan
ïa yang dapat membahagiakan dirimu, sayang…
Miss
u My Husband
Kamis, 29 Mei 2014 (21:00 wib)Ini tulisan yang sengaja dibuat beberapa hari yang lalu, di saat terpuruk oleh suasana hati yang tak menentu. Dan beberapa setelah itu (tepatnya tanggal 31 Mei) saya didatangi oleh "Mr. M" (tepat siklus saya 28 hari).
Saya menyadari bahwa saya termasuk wanita yang terlalu (benar - benar) menggunakan perasaan. Sehingga terkadang logika yang Allah SWT anugrahkan tidak saya gunakan semaksimal mungkin.
Suamiku, semoga apapun yang terjadi pada logika dan perasaanku sebagai seorang wanita tidak mempengaruhi kemampuanmu sebagai seorang imam dunia akhiratku, amien ^^
Semoga Allah mengabadikan pernikahan kita hingga di syurga kelak amien (meskipun hanya Allah yang kekal dan abadi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar