Bisa
jadi esok akan penuh dengan tawa atau sebaliknya, akan dipenuhi oleh tangisan.
Apakah
kita memiliki sedikit kelonggaran untuk bermimpi dan berharap. Bahwa esok hanya akan ada kata –bahagia-,
tanpa lainnya.
Saya
masih berusaha menata kembali masa depan.
Menata ulang lebih tepatnya, meskipun saya teramat lelah dan berharap
apa yang sudah saya dapatkan untuk saat ini memang rejeki yang sudah Allah
cukupkan bagi saya dan tak perlu dilebihkan.
Saya
belajar untuk menerima apa yang Allah tetapkan untuk saya tanpa mengeluh atau
menuntut lebih dari Sang Maha Pemberi.
Apakah
tak cukup baikah apa yang saya lakukan selama ini?
Sedangkan
laki-laki yang berada di sebelah saya masih dengan semangatnya menyusun kembali
pecahan-pecahan impiannya yang sudah berserekan terinjak – injak oleh kenyataan
bahwa hidup ini tak seindah harapannya.
Perih
rasanya ketika saya menyaksikan kejadian itu dengan mata kepala saya
sendiri. Berusaha untuk bersikap netral
karena tak ingin melukai hati kita masing – masing.
“Cukup,
sudah, hentikan!!!!” ingin saya teriakan kata – kata itu tepat di depanmu. Berharap engkau tersadar dan kembali
melakukan apa yang seharusnya engkau lakukan.
Tak perlu melakukan hal - hal lain yang hanya akan membuat hidup kita
kembali dipertaruhkan. Hidup kita (aku,
kamu dan cinta kita).
Hidup
kita, akankah harus dipertaruhkan untuk kesekian kalinya. Demi sebuah impian yang tak pernah tahu akan jadi
kenyataan atau tetap sebuah impian?
Wahai
suamiku tersayang,
Ingatlah
bahwa apa yang engkau pertaruhkan demi masa depan kita adalah milik kita
Jika
memang Allah mengijinkan kita untuk terus berikhtiar, maka lakukanlah.
Luruskan
niat dan semoga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkahmu.
Menjadikan
setiap peluhmu sebagai penebus dosa dan rasa lelahmu sebagai catatan pahala.
Ingatkan
aku jika aku lengah dan khilap atas kodratku sebagai istri tanpa menyakiti
perasaanku ^^
Semoga
senantiasa aku terus berada di sampingmu, menemanimu menyusun impian kembali
Namun
jika kelak masa depan kita tak sesuai dengan masa depan yang engkau impikan
Berjanjilah
untuk terus tersenyum dan tak menunjukkan sedikitpun penyesalan di hadapanku,
karena itu akan menjadi luka yang teramat sakit dihatiku sayang.
Ikhtiar,
itu kuncinya.
Bismillah
......................................................................................................
(semangat buat kuliahnya abi ^^ meskipun banyak
rintangan dan hambatan termasuk dari umi juga, hehehe. Awas jangan pernah
setengah – setengah kalo dan ngambil keputusan, mesti yakin!!!! OKE)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar