Senin, 13 Juni 2016

Putus Asa ‘KU








 
P
asrah,ketika pandangan mata ini hanya tertuju pada jarum jam yang menunjuk angka 12. Ya, mataku masih belum terpejam meskipun kini sudah tengah malam.  Masih ingat betul rasanya ketika kakiku kedinginan disebabkan celanaku yang basah karena jas hujan yang kukenakan bocor. Menggigil menjalar ke seluruh tubuhku saat itu.  Sial benar nasibku,setelah kemarin malam dihantam ratusan air hujan yang turun dari langit,kini aku harus siap pula menghadapi pertempuran batin dengan pria yang sudah 3 tahun terakhir ini menghabiskan waktunya bersamaku.
Ingin rasanya terjatuh ke sebuah lubang dan masuk ke dunia Alice, bertemu dengan kelinci putih besar yang dapat berbicara,pasukan kerajaan kartu beserta ratu mereka yang jahat.  Mengalami berbagai petualangan dan berharap tak pernah ada akhirnya.  Astaga, mengapa rasanya benar – benar putus asa diri ini.  Sehingga begitu enggan berjumpa dengan realita yang ada.
“Ayo,cepat tidur” kubisikan kalimat itu berkali – kali di benakku, seakan sedang memberikan hipnotis untuk diri sendiri. Tapi ternyata gagal. Mungkin memang harus belajar ilmu hipnotis terlebih dahulu untuk bisa menjadi seorang ahli hipnotis.  Begitupun dengan hidup, harus terus belajar.  Tapi sampai kapan, kembali diri ini putus asa.  Menyerah lebih tepatnya.
Laki – laki ku, pria yang kucintai dengan seluruh rasa cinta yang kumiliki, mulai mendengkur dengan sangat kerasnya.  Harus kusadari perjalanan Jakarta – Purwakarta cukup melelahkan. Aku harus sabar, mencoba belajar untuk bersabar, bukankah itu salah satu mata pelajaran dalam kelas pernikahan.  Sulit mendapatkan nilai A untuk mata pelajaran yang satu ini.  Kembali, dan kembali putus asa.
Andai aku bisa menjadi seperti ibunda Khadijah. Ya Tuhan, aku terlalu berharap secara berlebih. Seandainya aku adalah istri yang baik mungkin aku tidak akan pernah melewati kejadian seperti ini. Sialnya aku bukan termasuk kriteria tersebut.  Meskipun aku sudah sedemikian keras berlari untuk memperoleh gelar cum laude sebagai seorang istri.  Aku tetap menjadi wanita angkuh, egois, dan pemarah.  Aku hanya sebuah kesalahan yang teramat buruk, yang harus dihapus, dihilangkan dan dimusnahkan dari muka bumi ini. Aku putus asa...

 "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" " Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang - orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang - orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahun orang - orang yang dusta." Al 'Ankabut : 2 - 3

Sesungguhnya seorang muslim diharamkan berputus asa dalam hal apapun, karena Allah SWT tidak akan membebani kecuali sesuai dengan kesanggupan hambanya.. ^^ 

Ganbatte!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar