|
P
|
asrah,ketika pandangan mata ini
hanya tertuju pada jarum jam yang menunjuk angka 12. Ya, mataku masih belum terpejam meskipun kini
sudah tengah malam. Masih ingat betul
rasanya ketika kakiku kedinginan disebabkan celanaku yang basah karena jas
hujan yang kukenakan bocor. Menggigil menjalar ke seluruh tubuhku saat itu. Sial benar nasibku,setelah kemarin malam
dihantam ratusan air hujan yang turun dari langit,kini aku harus siap pula
menghadapi pertempuran batin dengan pria yang sudah 3 tahun terakhir ini
menghabiskan waktunya bersamaku.
Ingin rasanya terjatuh ke sebuah
lubang dan masuk ke dunia Alice, bertemu
dengan kelinci putih besar yang dapat berbicara,pasukan kerajaan kartu beserta
ratu mereka yang jahat. Mengalami berbagai
petualangan dan berharap tak pernah ada akhirnya. Astaga, mengapa rasanya benar – benar putus
asa diri ini. Sehingga begitu enggan
berjumpa dengan realita yang ada.
“Ayo,cepat tidur” kubisikan
kalimat itu berkali – kali di benakku, seakan sedang memberikan hipnotis untuk
diri sendiri. Tapi ternyata gagal. Mungkin memang harus belajar ilmu hipnotis
terlebih dahulu untuk bisa menjadi seorang ahli hipnotis. Begitupun dengan hidup, harus terus belajar. Tapi sampai kapan, kembali diri ini putus asa.
Menyerah lebih tepatnya.
Laki – laki ku, pria yang
kucintai dengan seluruh rasa cinta yang kumiliki, mulai mendengkur dengan
sangat kerasnya. Harus kusadari
perjalanan Jakarta – Purwakarta cukup melelahkan. Aku harus sabar, mencoba
belajar untuk bersabar, bukankah itu salah satu mata pelajaran dalam kelas
pernikahan. Sulit mendapatkan nilai A
untuk mata pelajaran yang satu ini. Kembali,
dan kembali putus asa.
Andai aku bisa menjadi seperti
ibunda Khadijah. Ya Tuhan, aku
terlalu berharap secara berlebih. Seandainya aku adalah istri yang baik mungkin
aku tidak akan pernah melewati kejadian seperti ini. Sialnya aku bukan termasuk
kriteria tersebut. Meskipun aku sudah
sedemikian keras berlari untuk memperoleh gelar cum laude sebagai seorang istri. Aku tetap menjadi wanita angkuh, egois, dan pemarah.
Aku hanya sebuah kesalahan yang teramat
buruk, yang harus dihapus, dihilangkan dan dimusnahkan dari muka bumi ini. Aku
putus asa...
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" " Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang - orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang - orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahun orang - orang yang dusta." Al 'Ankabut : 2 - 3
Sesungguhnya seorang muslim diharamkan berputus asa dalam hal apapun, karena Allah SWT tidak akan membebani kecuali sesuai dengan kesanggupan hambanya.. ^^
Ganbatte!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar