Happy milad my dear, belahan jiwaku,
sahabat setiaku, tempat aku menumpahkan setiap tetes air mata baik suka maupun
duka. Mungkin bukan hal yang istimewa untukmu. Tapi ini salah satu moment yang paling mendebarkan
untukku. Ketika berpikir apa yang akan
aku hadiahkan untuk laki – laki terbaikku, saat itu hatiku sudah berdebar
kencang, frekuensinya mungkin dikategorikan takhikardi_sedikit menggunakan istilah medis yang jelas tak kau mengerti.
Kemudian disusul dengan bagaimana caranya untuk mendapatkan barang tersebut,
terkadang harus menyusun taktik sehingga aku bisa menyisihkan sebagian uang
sakuku. Berusaha membungkusnya dengan begitu sangat rapih sampai – sampai harus
mengulang beberapa kali karena tak puas dengan hasil bungkusannya. Tahukah kau sayang, semuanya itu hanya untuk menunjukkan
betapa besarnya rasa syukurku atas berkah kelahiranmu. Ya, kelahiranmu tepat pada tanggal 12 juli 26
tahun yang lalu. Meskipun kau sendiri
tak yakin kapan tepatnya kau dilahirkan.
Konyol bukan.
Aku berharap, sangat amat berharap. Bukan harganya yang membuatmu menyukai hadiah
ini. Melainkan sisi lain yang sengaja
aku selipkan di bungkusan paling dalam.
Kau bisa melihatnya sayang.
Uppss, maksudku merasakannya.
Merasakan perasaanku yang turut aku sertakan.
............................ (saling
memandang)
Jantungku berhenti berdegup
rasanya. Kubisikan beberapa kalimat
dengan suara lirih di telingamu.
„Tetaplah hidup selama-lamanya bersamaku, sehingga aku selalu memiliki
kesempatan unttuk mengenang setiap detik yang terlewati di setiap tanggal 12
Juli. Menjadi satu – satunya
orang yang mengucapkan ucapan happy milad
terindah untukmu. Ijinkan aku untuk terus merasakan debaran
jantung yang bertubi – tubi ini. Lalu
tiba – tiba berhenti seketika ketika pandangan kita saling bertemu. Meskipun kau bosan dengannya, tapi
berjanjilah agar tak pernah mengatakan bosan di hadapanku. Setidaknya sampai jantungku tak sanggup lagi
berdebar kencang dan berhenti berdegup untuk selama – lamanya“
Sayangku, semoga Tuhan memberikan
kau kesempatan hidup di tahun depan, tahun depan, tahun depan dan seterusnya. Bersamaku.
----------------------
3 tahun yang lalu, masih harus banyak belajar....^^
Ulang tahun termasuk di antara hari - hari raya jahiliah dan tidak pernah dikenal di zaman
Nabi shallallahu alaihi wasallam. Karenanya tidak boleh seorang muslim mengucapkan selamat kepada siapapun yang merayakan hari raya yang bukan berasal dari agama Islam (seperti ultah, natalan, waisak, dan semacamnya), karena mengucapkan selamat menunjukkan keridhaan dan persetujuan dia terhadap hari raya jahiliah tersebut. Wallahu a’lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar