Senin, 13 Juni 2016

12 Juli



 Happy milad my dear, belahan jiwaku, sahabat setiaku, tempat aku menumpahkan setiap tetes air mata baik suka maupun duka. Mungkin bukan hal yang istimewa untukmu. Tapi ini salah satu moment yang paling mendebarkan untukku.  Ketika berpikir apa yang akan aku hadiahkan untuk laki – laki terbaikku, saat itu hatiku sudah berdebar kencang, frekuensinya mungkin dikategorikan takhikardi_sedikit menggunakan istilah medis yang jelas tak kau mengerti. Kemudian disusul dengan bagaimana caranya untuk mendapatkan barang tersebut, terkadang harus menyusun taktik sehingga aku bisa menyisihkan sebagian uang sakuku. Berusaha membungkusnya dengan begitu sangat rapih sampai – sampai harus mengulang beberapa kali karena tak puas dengan hasil bungkusannya.  Tahukah kau sayang, semuanya itu hanya untuk menunjukkan betapa besarnya rasa syukurku atas berkah kelahiranmu.  Ya, kelahiranmu tepat pada tanggal 12 juli 26 tahun yang lalu.  Meskipun kau sendiri tak yakin kapan tepatnya kau dilahirkan.  Konyol bukan.
Aku berharap, sangat amat berharap.  Bukan harganya yang membuatmu menyukai hadiah ini.  Melainkan sisi lain yang sengaja aku selipkan di bungkusan paling dalam.  Kau bisa melihatnya sayang.  Uppss, maksudku merasakannya.  Merasakan perasaanku yang turut aku sertakan. 

............................ (saling memandang)

Jantungku berhenti berdegup rasanya.  Kubisikan beberapa kalimat dengan suara lirih di telingamu.
  „Tetaplah hidup selama-lamanya bersamaku, sehingga aku selalu memiliki kesempatan unttuk mengenang setiap detik yang terlewati di setiap tanggal 12 Juli.  Menjadi satu – satunya orang yang mengucapkan ucapan happy milad terindah untukmu.  Ijinkan aku untuk terus merasakan debaran jantung yang bertubi – tubi ini.  Lalu tiba – tiba berhenti seketika ketika pandangan kita saling bertemu.  Meskipun kau bosan dengannya, tapi berjanjilah agar tak pernah mengatakan bosan di hadapanku.  Setidaknya sampai jantungku tak sanggup lagi berdebar kencang dan berhenti berdegup untuk selama – lamanya“
Sayangku, semoga Tuhan memberikan kau kesempatan hidup di tahun depan, tahun depan, tahun depan dan seterusnya.  Bersamaku.

Selamat ulang tahun teruntuk suamiku, (Lelaki Pemimpiku)


----------------------
3 tahun yang lalu, masih harus banyak belajar....^^

Ulang tahun termasuk di antara hari - hari raya jahiliah dan tidak pernah dikenal di zaman
Nabi shallallahu alaihi wasallamKarenanya tidak boleh seorang muslim mengucapkan selamat kepada siapapun yang merayakan hari raya yang bukan berasal dari agama Islam (seperti ultah, natalan, waisak, dan semacamnya), karena mengucapkan selamat menunjukkan keridhaan dan persetujuan dia terhadap hari raya jahiliah tersebut.  Wallahu a’lam




Tidak ada komentar:

Posting Komentar